Desa Rigi merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data Profil Desa Tahun 2025, Desa Rigi memiliki luas wilayah sekitar 1.187 hektare dengan posisi geografis pada koordinat 121.145978° BT dan -8.769843° LS. Wilayah desa berbatasan dengan Desa Rowa di sebelah utara, Desa Leguderu dan Desa Kelewae di sebelah selatan, Kelurahan Nagesepadhi di sebelah timur, serta Desa Solo di sebelah barat.
Secara topografi, Desa Rigi memiliki karakter wilayah yang didominasi oleh perbukitan dengan bentangan dataran rendah serta dialiri aliran sungai. Kondisi ini menjadikan Desa Rigi memiliki sumber daya alam yang mendukung berbagai aktivitas pertanian, peternakan, dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. Ketinggian wilayah sekitar 533 meter di atas permukaan laut dengan suhu harian berkisar 23–25°C, kelembapan udara mencapai 60%, serta rata-rata musim hujan berlangsung selama lima bulan setiap tahunnya. Kondisi tersebut menciptakan iklim yang cukup baik untuk pengembangan sektor pertanian.
Sebagian besar wilayah Desa Rigi dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan permukiman. Dari total luas wilayah, sekitar 116,32 hektare merupakan lahan sawah, 689,96 hektare berupa tegalan atau ladang, dan 348,09 hektare merupakan kawasan permukiman. Desa ini juga memiliki kawasan hutan seluas 30,28 hektare yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan sumber daya alam. Selain itu terdapat lahan fasilitas umum yang menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Karakter geografis Desa Rigi menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat. Profil Desa menetapkan Desa Rigi sebagai desa pertanian, dengan padi sebagai komoditas unggulan berdasarkan luas tanam, sedangkan kakao menjadi komoditas unggulan berdasarkan nilai ekonominya. Mayoritas masyarakat bekerja di sektor pertanian dan perkebunan sehingga keberadaan lahan yang subur menjadi aset penting bagi pembangunan ekonomi desa.
Desa Rigi memiliki akses yang relatif mudah menuju pusat pemerintahan. Jarak menuju ibu kota Kecamatan Boawae sekitar 4 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit menggunakan kendaraan bermotor. Sementara itu, jarak menuju ibu kota Kabupaten Nagekeo sekitar 40,3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Aksesibilitas ini mendukung kelancaran pelayanan pemerintahan, aktivitas ekonomi masyarakat, serta distribusi hasil pertanian.
Kondisi geografis yang dimiliki Desa Rigi merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Keberadaan lahan pertanian yang luas, kawasan hutan, sumber daya air, serta lingkungan yang masih asri menjadi potensi besar yang dapat terus dikembangkan. Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif seluruh masyarakat, Desa Rigi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warganya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Pemerintah Desa Rigi berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi wilayah melalui pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, pelestarian sumber daya alam, serta pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Produk warga Desa Rigi yang dipilih acak sesuai ruang layar.






























